
Berambisi memenangkan lomba panahan desa, Kumey bersama sahabatnya, Aduy, nekat masuk ke dalam hutan demi mencari kayu enau untuk mengganti busurnya yang rusak. Namun karena terburu-buru, Kumey mengabaikan ritual Panaki—penghormatan bagi roh penjaga alam. Saat ia mendadak tumbang usai perjumpaan mistis di dalam hutan, Kumey dipaksa menghadapi konsekuensi akibat meremehkan keseimbangan antara tradisi dan alam.